Kegiatan lebaran telah melewati klimaks. Ketika anyaman-anyaman ketupat tertumpuk di depan rumah menanti para petugas sampah, ketika panci-panci yang seminggu kemarin dipenuhi opor, sayur lodeh, sambel goreng, dan berbagai makanan khas lebaran lain telah rapi berbaris kembali dalam lemari. Ketika sanak famili telah pulang ke kotanya lagi, dan rumah kembali sepi. Ketika satu-persatu mbak-mbak dan mas-mas pekerja di rumah telah kembali dari ritual mudik, membebaskan saya dari segala aktivitas cuci-mencuci, sapu-menyapu. Ketika itu, lebaran ber-anti klimaks.
Malam ini iseng-iseng main dengan google trends. Penjelasan pelit: google trends ini merupakan alat untuk menghitung data statistik website, yang bisa juga dipakai mendata berapa banyak orang yang memasukkan suatu keyword ke dalam search bar, dalam suatu kurun waktu tertentu, baik skala global maupun regional.
Karena bukan ahli statistik (&gak pernah niat jadi), riset ini dibuat tanpa berdasar pada ilmu apapun. Karenanya, data ini tidak dibuat untuk ditindak lanjuti, apalagi jadi bahan acuan skripsi. Ini murni berdasar pada apa yang terlintas di kepala saat menulis.
Dalam rangka mengawali bulan syawal, juga karena suasana lebaran belum benar-benar hilang dan bulan puasa belum lama meninggalkan kita, riset iseng-iseng ini diperuntukkan kepada segala hal yang berhubungan dengan bulan puasa dan para pengguna internet. Riset ini mungkin bisa kita beri judul: Bulan puasa, dan pengaruhnya terhadap keputusan googling para pengguna internet. Hehe, sok-sok ilmiah gitu. Keywords yang pertama dimasukkan ke dalam google trends adalah segala sesuatu yang identik dengan bulan puasa: islam, islamic, muslim, mosque.
Ternyata datangnya bulan puasa memang berpengaruh terhadap keputusan googling para pengguna internet skala global. Terhitung sejak pertengahan agustus 2008, para pengguna google yang memasukkan kata islam, islamic, muslim, maupun mosque meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan yang cukup signifikan terlihat, walaupun tampak penurunan setiap keywords juga cukup drastis setelah mencapai puncaknya masing-masing. Disini terlihat peak dicapai keywords sekitar akhir Agustus. Mungkin ini menunjukkan adanya pencarian untuk persiapan menjelang bulan puasa. Tapi setelah penurunan itu grafik kembali stabil di medio September, stabil di atas angka yang diperlihatkan bulan-bulan sebelumnya. Intinya, selama bulan puasa ini pancarian dengan menggunakan keywords yang disebut sebelumnya mengalami peningkatan.
Pencarian pun dilanjutkan dengan pertimbangan skala dunia yang dipikir terlalu luas, jadinya skala riset diperkecil untuk wilayah Indonesia saja. Dengan memasukkan kembali keywords yang identik dengan islam tapi kini berbahasa Indonesia: shalat, doa, al quran, dan hadis.
Haha. Ini Indonesia banget. Kebanyakan yang nuntut hak daripada menjalankan kewajiban. Pengguna internet lebih banyak yang browsing nyari-nyari doa, daripada browsing cari segala sesuatu yang berhubungan dengan shalat, qur’an, maupun hadis. Banyaknya juga 3 kali lipat. Hehe. Doa kan senjatanya orang muslim, jadi mereka mungkin sibuk mencari-cari doa apa yang pantas dan pas dengan situasi diri terkini untuk dipanjatkan sewaktu bulan puasa, bulannya doa-doa diijabah. Tapi peningkatan di quran dan hadis itu juga bisa dibilang drastis jika dibanding bulan-bulan sebelumnya. Alhamdulillah. Mudah-mudahan jadi awal yang baik. Terbukti, penurunan grafik di keywords quran dan hadis tidak terlalu kentara dibanding penurunan grafik doa. Haha, udah pada ngerasa mahir berdoa mungkin. Mudah-mudahan doa kita semua dikabul ya, amien. Oiya, jangan lupa doain saya ya? Standar lah, sama. Yang general sih minta bahagia dunia akhirat. Dan yang detilnya mungkin agak-agak beda tapi serupa, misalnya doa rejeki, minta jadi kaya, doa minta ilmu yang manfaat, doa panjang umur, doa minta jodoh juga pasti. hehe. Siapa yang nggak.
Ngomong-ngomong doa minta jodoh, pasti semua udah majang di otak sosok dan tampang yang diminta ya? Sambil berdoa yang khusyuk, disebutin juga nama lengkap sekaligus binti siapa-nya, plus tanggal lahir dan kalo perlu alamat jelasnya. Ahhaha. Dasar. Saya si nggak segitunya kalo berdoa jodoh, gak sampe nyebutin nama lengkap dan alamat jelas, simple aja: “Ya Allah, pokonya Asmirandah. titik!”. Hahah,, apasih nyolong curhat. 
Kalau saja ada yang namanya doa trends, sebuah alat yang bisa memaparkan secara statistik aktifitas doa yang dipanjatkan umat muslim, saya yakin kategori jodoh menempati peringkat teratas. Tapi karena alat itu gak ada, dan hanya jadi rahasiaNya, mari kita gunakan kembali google trends.
Haha, tuhh kan? Jodoh menempati peringkat teratas, jauh meninggalkan kategori lainnya di dasar chart. Ternyata para pengguna internet Indonesia memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap jodoh, daripada rizki, harta, jabatan, dan (yang bikin mencengangkan) bahkan dari kata ‘bahagia’. Padahal apa enaknya berjodoh jika tak berbahagia?? Hahahh (analisa ngaco)
Dan bicara tentang jodoh, mau gak mau pasti menyinggung lawan jenis, dan segala daya tariknya. Ujung-ujungnya, pasti (sedikit ataupun banyak) nyerempet ke yang namanya seks. Wajar. Emang dari sananya udah diset kaya gitu. Jangan malah jijik dan bilang amit-amit. Jadi, bagi mereka yang belum berpasangan, internet tampak dijadikan media potensial untuk mencari jodoh. Para pemuda-pemudi pun berusaha mencari calon targetnya masing-masing di facebook atau Friendster, hahah. Atau kalaupun yang diharap jodohnya tak kunjung meng-approve, cari yang sekedar pelampiasan di internet juga dilakonilah, ahah, jijik gw nulisnya.
Ya, jika pria dan internet memiliki himpunan yang bersinggungan, saya yakin dalam irisannya akan muncul satu label dengan kata ‘seks’. Tidak bisa dipungkiri lagi. Jadi rasanya tidak pantas untuk mengesampingkan fakta tersebut dalam riset kita kali ini. Jadi, keywords selanjutnya yang dimasukkan dalam mesin pencari adalah: kata-kata yang bikin keringet dingin. ahhah.
Ya! Dan ternyata bulan puasa (sedikitnya) bisa mengerem aktifitas esek-esek online di Indonesia. Walau tidak sebulan penuh, setidaknya mungkin dengan maksud menghormati awal bulan puasa. Ini awal yang baik. Walau akhirnya tetep aja, susah untuk melawan nafsu diri. Hihi. Dan semakin malam pencarian pun jadi semakin mendetil. Bukan hanya kategori seks secara general yang dimasukkan, kategori diganti dengan hal-hal yang lebih detail.
Ya, saya memasukkan langsung nama penyedia jasanya. Mencengangkan, miyabi ternyata lebih dicari ketimbang playboy. Dan aktifitas pencarian keduanya oleh para pengguna google di Indonesia sempat menurun di akhir September. Walau kembali meningkat tajam, bahkan di tengah-tengah bulan puasa. Yang datar-datar aja sih milf dan NA. mungkin penggemarnya di Indonesia termasuk penggemar setia, dalam segala kondisi dan suasana. Setidaknya, mudah-mudahan aktifitas itu berlaku di malam hari, bukan siang hari bolong ketika kita seharusnya banting tulang menahan nafsu perut maupun bawah perut. Ah, Semoga Allah mengampuni kita semua.
Itulah riset kecil-kecilan yang dibuat selepas ramadlan. Riset yang melibatkan kedua belah sisi manusia. Dua sisi yang tidak mungkin lepas dari keseharian kita. Dan akhirnya, saya memasukkan 2 keywords yang memasuki peringkat teratas dari kedua kubu untuk dibandingkan.
Astaghfirullah,, ternyata Miyabi lebih dicari ketimbang doa. Dan satu-satunya moment ketika doa lebih dicari ketimbang miyabi ialah awal September, ketika trend doa menyalip trendnya miyabi, dengan selisih yang terlihat signifikan. Walau akhirnya pencarian akan doa kembali menyusut dan pencarian miyabi kembali merebut hati pemirsa. Tapi satu fenomena doa sampai bisa menyalip ketenaran miyabi itu setidaknya cukup mengobati. Hahah. Mungkin saat itu, doa-doa yang dipanjatkan langsung dikabul, sehingga para pencari miyabi agak sedikit terbuka hatinya. Sampai-sampai miyabi sendiri, pada saat awal bulan puasa lalu sempat berkirim email dengan para fansnya.
yg tau origin image ini tolong msg ya, user multiplynya gak kbaca, mau kasih backlink. tq!
Baiklah, sekian riset malam ini. Mudah-mudahan spirit ramadlan terus membekas sampai nanti, sampai ramadlan berikutnya. & Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan ramadlan taun depan. Amien.
Pamit mundur, mau balas email miyabi. hihhii.
Tuesday, September 30, 2008
Bila Ramadan tahun ini Singapore sukses menggelar helatan racenight pertama di dunia dengan Alonso sebagai tokoh pamungkas, apa yang kita capai di bulan puasa ini?
Dari Pamulang , Pasuruan, Subang, sampai Sumatra. Hari kemenangan pun jangan jadinya menang sendiri-sendiri. Mari jadikan hari kemenangan sebagai moment introspeksi. Menang dari apa(?) Menang atas apa(?)
Kemenangan untuk siapa? Fernando Alonso, sudah jelas.
Taqabalallahu minnaa wa minkum, Shiyamanaa wa shiyamakum.
Minal Aidin wal Faidzin.
sumber : http://heyheyeayea.blogspot.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar